PENJELASAN YANG MENYENANGKAN! !!
Seorang pasien berpaling menghadap dokternya, selagi dokter itu bersiap untuk pergi,
Dokter, Aku takut mati. Ceritakan apa yang ada disebelah sana
Dengan lembut, dokter itu berkata, Saya tidak tahu.
Anda tidak tahu? Anda, seorang Kristen, tidak tahu apa yang ada disebelah sana ?
Dokter itu sedang memegang gagang pintu kamar disebelah sana terdengar suara garukan dan keluhan, begitu pintu itu dibukanya, seekor anjing menerobos masuk dan lompat kearahnya dengan antusias dan senang sekali.
Menoleh kearah sang pasien, dokter berkata, Anda lihat anjing saya? ia belum pernah masuk ruangan ini sebelumnya ia tidak tahu ada apa didalamnya. Ia tidak tahu apa-apa, kecuali bahwa tuannya ada didalam, dan ketika pintu dibuka, ia langsung masuk tanpa takut. Saya hanya tau sedikit tentang ada apa di sebelah kematian tapi saya tahu benar tentang satu hal saya tahu Tuhan saya ada disana dan itu cukup.
Shallom,
Pendeta- Nudger
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Kisah POHON APEL
December 24, 2008 by pendeta38
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga
ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon
apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap
harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. Ayo ke sini bermain-main lagi denganku, pinta pohon apel itu. Aku bukan anak kecil
yang bermain-main dengan pohon lagi. jawab anak lelaki itu. Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya. Pohon apel itu
menyahut, Duh, maaf aku pun tak punya uang tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan
kegemaranmu. Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak
lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih. Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. Ayo bermain-main
denganku lagi. kata pohon apel. Aku tak punya waktu, jawab anak lelaki itu. Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat
tinggal. Maukah kau menolongku? Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu. kata pohon
apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak
lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih. Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang
lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. Ayo bermain-main lagi deganku. kata pohon apel. Aku sedih, kata anak lelaki itu. Aku sudah
tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar? Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi
kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah . Kemudian, anak lelaki
itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Akhirnya,
anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. Maaf anakku, kata pohon apel itu. Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu. Tak
apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu. Jawab anak lelaki itu. Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.
Kata pohon apel. Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu. jawab anak lelaki itu. Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.
Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini. Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang.
kata anak lelaki. Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu. Oooh, bagus sekali. Tahukah
kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan
tenang. Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya. Ini adalah cerita
tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar,
kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana
untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada
pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita. Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan, yang terpenting: cintailah
orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya
pada kita.
Shallom,
Pendeta Nudger
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
SUKSES = 75% PERAN IBU ( Istimewakan Semua Anak Kita )
December 10, 2009 by pendeta38
Di suatu pagi yang cerah dengan udara yang sejuk di sebuah pedesaan, seorang
ibu sedang bercengkerama dengan ketujuh anakya, kegembiraan dan kebahagiaan
serta kebersamaan terbangun dalam keluarga itu, selang beberapa saat
kemudian sang anak pertama melontarkan kalimat-kalimat bijak kepada ibunya,
Ibu, aku memang tidak terlalu pintar dibanding teman-temanku disekolah,
tapi tolong jangan sampai engkau keluarkan kalimat BODOH untukku
Ibu, aku memang tidak terlalu cantik / tampan dibanding anak dari
teman-taman ibu, tapi tolong jangan sampai engkau keluarkan kalimat JELEK
untukku
Ibu , aku memang tidak penurut seperti anak-anak yang lain, tapi tolong
jangan sampai engkau keluarkan kalimat NAKAL untukku
Ibu, aku memang sering khilaf melanggar aturan Agama karena
ketidakberdayaanku, tapi tolong jangan sampai engkau keluarkan kalimat
DURHAKA untukku
Ibu, sampai hari aku belum mampu membalas segala jasamu dan belum mampu
membahagiakan sebagaimana keinginanmu, tapi tolong jangan sampai keluarkan
kalimat GAK TAHU DIRI untukku
Ibu, kalau sampai hari ini aku masih sering lupa mendoakanmu karena
kesibukanku, tolong jangan hentikan air mata doamu untukku dan jangan pula
sepatah kata laknatpun keluar dari bibirmu, Ibu itupun kemudian meneteskan
air matanya, apa arti air mata ibu ini ?
Alkisah Beberapa tahun kemudian., seorang pemuda terpelajar dari Surabaya
sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu
yang sudah setengah baya. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut
dalam obrolan ringan. Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ? tanya si
pemuda. Ohsaya mau ke Jakarta terus connecting flight ke Singapore untuk
menengok anak saya yang ke dua, jawab ibu itu. Wouw hebat sekali putra
ibu, pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.
Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda
itu melanjutkan pertanyaannya. Kalau saya tidak salah, anak yang di
Singapore tadi , putra yang kedua ya bu? Bagaimana dengan kakak dan
adik-adik nya? Oh ya tentu, si Ibu bercerita : Anak saya yang ketiga
seorang dokter di Malang, yang keempat berkerja di perkebunan di Lampung,
yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang
bank di Purwokerto, dan yang ke tujuh menjadi Dosen di sebuah perguruan
tinggi terkemuka di Semarang.
Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat
baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. Terus bagaimana dengan anak pertama
ibu ? Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, Anak saya yang
pertama menjadi petani di Godean Jogja nak. Dia menggarap sawahnya sendiri
yang tidak terlalu lebar. kata sang Ibu.
Pemuda itu segera menyahut, Maaf ya Bu mungkin ibu agak kecewa ya dengan
anak ibu yang pertama, karena adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses
di pekerjaannya, sedang dia menjadi seorang petani?
Apa jawab sang ibu..???
Apakah anda ingin tahu jawabannya..???
Dengan tersenyum ibu itu menjawab :
Ooo tidak, tidak begitu nak.Justru saya SANGAT SANGAT BANGGA dengan anak
pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari
hasil dia bertani Pemuda itu terbengong.
Sahabat, sejenak kita bertanya pada diri kita sendiri, bagaimana kondisi
adik-adik kita hari ini ? bagaimana pula kakak-kakak kita ? lalu bagaimana
pula dengan ibu dan Ayah kita., apa yang telah kita berikan untuk
mereka, adakah setetes air mata doa untuk keselamatan dunia dan akhiratnya?
Hari ini ? kemarin ? atau esok ?
Sahabat, Semua orang di dunia ini penting. Buka mata kita, pikiran kita,
hati kita. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita
membaca semua peristiwa itu sampai selesai. Orang bijak berbicara HAL YANG
PALING PENTING DI DUNIA INI BUKAN BERTANYA TERUS SIAPA KITA ? tetapi APA
KARYA YANG SUDAH KITA CIPTA DAN APA YANG TELAH KITA LAKUKAN UNTUK
SAUDARA-SAUDARA KITA DAN ORANG LAIN ?
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
SIRKUS
Oleh : Dan Clark
Pada suatu saat ketika saya masih berumur belasan tahun, ayah dan saya berdiri di antrian untuk membeli tiket pertunjukan sirkus. Akhirnya, hanya tinggal sebuah keluarga diantara kami dan counter tiket.
Keluarga tersebut memberikan kesan yang sangat mendalam dalam diri saya. Keluarga itu mempunyai delapan anak, boleh jadi semuanya masih berumur dibawah 12 tahun. Anda bisa mengatakan kalau mereka tidak mempunyai banyak uang. Pakaian mereka tidak mahal, tetapi bersih. Anak-anaknya mempunyai sikap yang sangat baik, semuanya berdiri antri dengan tertib, dua-dua dibelakang orang tua mereka, sambil bergandengan tangan. Mereka semua sangat antusias berbicara tentang badut-badut sirkus, gajah, dan hal-hal lain yang akan mereka lihat malam ini. Orang pasti merasa kalau mereka semua belum pernah melihat sirkus sebelumnya. Nampaknya malam itu akan menjadi momen yang sangat penting dalam kehidupan masa remaja mereka.
Sang ayah dan ibu berada di depan, berdiri dengan bangga. Sang ibu memegang tangan suaminya, menatapnya seolah mengatakan, Kau adalah ksatriaku dalam pakaian baja yang bersinar. Sang suami tersenyum dengan penuh kebanggaan, menatapnya seolah-olah menjawab, Memang benar.
Penjual tiket menanyakan kepada sang ayah berapa tiket yang dia inginkan. Dengan bangga dia menjawab, Saya membeli delapan tiket anak-anak dan dua tiket dewasa agar bisa membawa seluruh keluarga saya untuk menonton sirkus.
Penjual tiket itu lalu mengatakan harga tiket yang harus dibayar.
Istri leleki itu melepaskan tangan suaminya, kepalanya terkulai, bibir lelaki itu nampak mulai gemetar. Sang ayah lalu mendekat sambil memiringkan tubuhnya dan berkata, Berapa ?
Kembali penjual tiket mengatakan harganya.
Uang lelaki itu tidak cukup untuk membayarnya.
Apa yang akan terjadi seandainya dia berbalik dan mengatakan kepada kedelapan anaknya bahwa dia tidak mempunyai cukup uang untuk membawa mereka melihat sirkus ?
Mengetahui apa yang terjadi, ayah saya memasukkan tangan ke saku celananya, mengambil uang 20 dollar dan menjatuhkannya ke lantai. (Kami sama sekali tidak kaya !) Ayah saya membungkuk, mengambil uang tersebut, dan menepuk bahu lelaki itu dan mengatakan, Maaf, Pak, uang ini jatuh dari saku Anda.
Lelaki itu mengetahui maksud ayah saya. Jelas dia tidak ingin minta bantuan tetapi yang pasti dia sangat menghargai bantuan tersebut dalam situasi yang putus asa, menyedihkan, dan juga memalukan. Dia menatap mata ayah saya secara langsung, menyambut tangan ayah saya ke dalam kedua tangannya, mengenggam erat uang 20 dollar tersebut, dan dengan bibir gemetar dan air mata membasahi pipinya, dia menjawab, Terima kasih, terima kasih, Pak. Uang ini sangat berarti bagi saya dan keluarga saya.
Ayah saya dan saya kembali masuk ke dalam mobil dan langsung pulang. Kami tidak jadi nonton sirkus malam itu, tetapi kami merasa bahagia.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Blackberry Tour 9630 sms jadi aneh gabung jadi satu nomer
setelah browsing tanya mbah google ternyata :
Nomer HP karyawan saya belum tersetting dengan benar, bahwa ini nomer negara mana?
jadi solusinya :
Masuk menu Options > Phone Options > Smart Dialing > Unknown diganti Indonesia (+62)
terus restart deh.
in english begini nich.
To fix it go to call log -> smart dialing -> and in "country code" change to your country's code (44 in your case)
Ok teman2 ini solusi dari saya. THx.
Labels
- Active Directory (1)
- Alexa.com (1)
- Antivirus (4)
- Aplikasi (5)
- Article (2)
- BDE Administrator (1)
- Beep (1)
- Believe Or Not (3)
- Best Pratices (2)
- Blackberry (5)
- Blogger (19)
- Blogging (22)
- Blogspot (21)
- Booting (1)
- Celebrity (1)
- Cerita Rohani (9)
- Chat (3)
- Colour (1)
- Command Prompt (4)
- Crack (3)
- Cracking (1)
- Crash (1)
- CSOnline (1)
- Delphi (1)
- DNS (1)
- Dowload (1)
- Download (2)
- Downloader (1)
- Driver (1)
- Dummy (1)
- Edit (1)
- Emoticon (1)
- Error (1)
- Error Ms Access (1)
- Error Windows (9)
- Excel (1)
- Excell (1)
- Facebook (1)
- Feed (2)
- Find (2)
- Firewall (2)
- Formula (1)
- Freeware (12)
- Google (3)
- Gratis (9)
- Hacker (16)
- Hacking (3)
- Hardware (4)
- Harga (1)
- HDD (1)
- Hollywood (4)
- HOST (1)
- Hot News (9)
- Hot'Z (11)
- HTML (1)
- Humor (2)
- IDM (1)
- InBound (1)
- Indonesia (1)
- Information (1)
- Install (2)
- Internet (5)
- Justin Bieber (1)
- Karir (2)
- Kesalahan (1)
- Kesehatan (2)
- Keygen (1)
- Keywords (1)
- Kisah Unik (2)
- Kode (2)
- Kritikan u/ Dirimu (7)
- LAN (2)
- Laptop (2)
- Link (1)
- Linux (17)
- Magic (1)
- Manusia (1)
- Mikrotik (3)
- Misteri Dunia (1)
- Motivasi dirimu (9)
- Ms Access (2)
- Ms Office (2)
- Netbook (1)
- Network (3)
- NOD32 (2)
- Office (1)
- OS - Operating System (21)
- Password (1)
- Pekerjaan (1)
- Photo (3)
- Photoshop (4)
- Pictures (1)
- PING (1)
- Plugins (1)
- Posting (1)
- Printer (2)
- Product Key (1)
- Profesi (1)
- Programming (1)
- Proxy (3)
- Query (1)
- Ramalan (2)
- Recovery (1)
- Regedit (4)
- Renungan Untuk Mu (3)
- Repair (5)
- Router (1)
- Searching (2)
- Security (1)
- SEO (21)
- Serial Number (1)
- Service (1)
- Setting Software (9)
- si Doi (1)
- Size (1)
- Socialize (1)
- Software (4)
- Software Download (2)
- Software SMS (1)
- Software Utility (4)
- Sofware Backup (1)
- Solusi (2)
- Solution (2)
- Source Code (1)
- Spyware (1)
- SQL (1)
- Static Pages (1)
- Super (1)
- Table (1)
- Tag (1)
- Template (2)
- Terminal Server (1)
- Text (1)
- Tips Bisnis (1)
- Tips Karyawan (2)
- Tips or Tricks Windows (32)
- Top (2)
- Top Search (1)
- Traffic (1)
- Translate (2)
- Trouble (1)
- True Story (9)
- Twitter (1)
- Ubuntu (1)
- Unbelievable (1)
- User Password Update (3)
- Virus (5)
- Visitor (1)
- Visual Basic (1)
- Warna (1)
- Widget (1)
- Windows 2000 (3)
- Windows 7 (6)
- Windows Server 2003 (7)
- Windows Vista (4)
- Windows XP (20)
- Wordpress (4)
Subscribe