Tampilkan postingan dengan label Cerita Rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Rohani. Tampilkan semua postingan
0

Cerita Indah.

Yap X Liong Jumat, 25 Juni 2010
Cerita Indah.

December 7, 2009 by pendeta38

Bu Sally segera bangun ketika
melihat dokter bedah
keluar dari kamar operasi.
Dia bertanya dengan penuh harapan: Bagaimana
anakku? Apakah dia dapat disembuhkan? Kapan saya boleh menemuinya?

Dokter bedah menjawab, Saya sudah berusaha
sebaik mungkin, tapi sayangnya anak ibu tidak
tertolong

Bu Sally bertanya dengan hati remuk, Mengapa anakku
yang tidak berdosa bisa terkena kanker?
Apa Tuhan sudah tidak peduli lagi? Di mana Engkau Tuhan
ketika anak laki-lakiku membutuhkanMu ?

Dokter bedah bertanya, Apa Ibu ingin bersama
dengan anak ibu selama beberapa waktu? Perawat akan keluar untuk
beberapa menit sebelum jenazahnya dibawa ke universitas.
Bu Sally meminta perawat tinggal bersamanya saat dia akan
mengucapkan selamat jalan kepada anak lelakinya.

Dengan penuh kasih dia mengusap rambut anaknya
yang hitam itu. Apa ibu ingin menyimpan sedikit rambutnya sebagai
kenangan? perawat itu bertanya.. Bu Sally mengangguk.. Perawat memotong
sedikit rambut dan menaruhnya di dalam kantung plastik untuk disimpan.

Ibu Sally berkata, Jimmy anakku ingin mendonorkan
tubuhnya untuk diteliti di Universitas.
Dia mengatakan mungkin dengan cara ini dia dapat
menolong orang lain yang memerlukan.
Awalnya saya tidak membolehkan
tapi Jimmy menjawab, Ma, saya kansudah tidak membutuhkan tubuh
ini setelah mati nanti. Mungkin tubuhku dapat membantu anak
lain untuk bisa hidup lebih lama dengan ibunya

Bu Sally terus bercerita,
Anakku itu memiliki hati emas. Jimmy selalu memikirkan orang lain. Selalu
ingin membantu orang lain selama dia bisa melakukannya. .

Bu Sally meninggalkan rumah sakit setelah menghabiskan
waktunya selama enam bulan di sana untuk merawat Jimmy..
Dia membawa kantung yang berisi barang-barang anaknya.
Perjalanan pulang sungguh sulit baginya. Lebih sulit
lagi ketika dia memasuki rumah yang terasa kosong.
Barang-barang Jimmy ditaruhnya bersama kantung plastik yang berisi
segenggam rambut itu di dalam kamar anak lelakinya. Dia
meletakkan mobil mainan dan barang-barang milik
pribadi Jimmy, anaknya, di tempat Jimmy biasa menyimpan
barang-barang itu.

Kemu dian dibaringkan dirinya di tempat tidur. Dengan
membenamkan wajahnya pada bantal, dia menangis hingga
tertidur. Di sekitar tengah malam, bu Sally terjaga. Di samping
bantalnya terdapat sehelai suratyang terlipat.

Surat itu berbunyi: Mama tercinta, Saya tahu mama akan kehilangan saya; tetapi saya akan selalu mengingatmu ma dan tidak akan berhenti mencintaimu walaupun saya sudah tidak bisa mengatakan Aku sayang mama. Saya selalu mencintaimu bahkan semakin hari akan semakin sayang padamu ma.. Sampai suatu saat kita akan bertemu lagi. Sebelum saat itu tiba, jika mama mau mengadopsi anak lelaki agar tidak kesepian, bagiku tidak apa-apa ma.. Dia boleh tidur di kamarku dan bermain dengan mainanku.Tetapi jika mama memungut anak perempuan, mungkin dia tidak melakukan hal-hal yang dilakukan oleh kami, anak lelaki. Mama harus membelikannya boneka dan barang-barang yang diperlukan oleh anak perempuan. Jangan sedih karena memikirkan aku ma.Tempat aku berada sekarang begitu indah.Kakek dan nenek sudah menemuiku begitu aku sampai di sana dan mereka menunjukkan tempat-tempat yang indah.Tapi perlu waktu lama untuk melihat segalanya disanaMalaikat itu sangat pendiam dan tampak dingin.Tapi saya senang melihatnya terbang. Dan apa mama tahu apa yang kulihat?Yesus tidak terlihat seperti gambar-gambar yang dilukis manusia. Tapi, ketika aku melihat-Nya, aku yakin Dia adalah Yesus
Yesus sendiri mengajakku menemui Allah Bapa! Tebak ma apa yang terjadi? Aku boleh duduk di pangkuan Bapa dan berbicara dengan-Nya seolah-olah aku ini orang yang sangat penting.Aku menceritakan kepada Bapa bahwa aku ingin menulis suratkepada mama untuk mengucapkan selamat tinggal dan kata-kataku yang lain.Namun aku sadar bahwa hal ini pasti tidak diperbolehkan Nya. Tapi mama tahu, Allah sendiri memberikan sehelai kertas dan pensil-Nya untuk menulis surat ini kepada mama tersayang. Saya pikir malaikat Gabriel akan mengirimkan suratini kepadamu ma.Allah mengatakan akan menjawab pertanyaan mama ketika mama bertanya Di mana Allah pada saat aku membutuhkan- Nya?Allah mengatakan Dia berada bersama diriku seperti halnya ketika putera-Nya Yesus disalib. Dia ada di sana ma, dan dia selalu berada bersama semua anak. Ngomong-ngomong, tidak ada orang yang dapat membaca apa yang aku tulis selain mama sendiri. Bagi orang lain, surat ini hanya merupakan sehelai kertas kosong. Luar biasa kan ma? Sekarang saya harus mengembalikan pensil Bapa yang aku pinjam.Bapa memerlukan pensil ini untuk menuliskan nama-nama dalam BukuKehidupan.Malam ini aku akan makan bersama dengan Yesus dalam perjamuan-Nya. . Aku yakin makanannya akan lezat sekali. Oh, aku hampir lupa memberitahukanmu ma. Aku sudah tidak kesakitan lagi. Penyakit kanker itu sudah hilang. Aku senang karena aku tidak tahan merasakan sakit itu dan Bapa juga tidak tahan melihat aku kesakitan. Itulah sebabnya mengapa Dia mengirim Malaikat Pembebas untuk menjemputku. Malaikat itu mengatakan bahwa diriku merupakan kiriman istimewa! Bagaimana ma?


Katakan Sebelum Terlambat
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

0

TUHAN adalah SAHABAT

Yap X Liong
TUHAN adalah SAHABAT

November 5, 2009 by pendeta38

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja tiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya. Tindakannya ini selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

Bagaimana kabarmu, Andy? Apakah kamu akan ke Sekolah?

Ya, Bapa Pendeta! balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.

Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, Jangan menyebrang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah, kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat.

Terima kasih, Bapa Pendeta.

Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?

Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan.. sahabatku.

Dan Pendeta tersebut meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tetapi pastur tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.

Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanya kue ini.
Terima kasih buat kue ini, Tuhan! Tadi aku melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku jadi tidak begitu lapar.

Lihat ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan.Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa.. paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa dari temanku sudah berhenti sekolah, tolong Bantu mereka supaya bisa bersekolah lagi.
Tolong Tuhan.

Oh, ya..Engkau tahu kalau Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu. Tuhan, Engkau mau lihat lukaku??? Aku tahu Engkau dapat menyembuhkannya, disini..disini.aku rasa Engkau tahu yang ini kan.??? Tolong jangan marahi ibuku, ya..?? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makan dan biaya sekolahku..itulah mengapa dia memukul aku.

Oh, Tuhan..aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang sangat cantik dikelasku, namanya Anita. menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku??? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei.ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira??? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau menyukainya. Oooops..aku harus pergi sekarang.

Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta .

Bapa Pendeta..Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyebrang jalan sekarang!

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Tuhan.. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja tersebut diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Ketika mereka sedang berdoa, Andypun tiba di Gereja tersebut usai menghadiri pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa Halo Tuhan..Aku..

Kurang ajar kamu, bocah!!!tidakkah kamu lihat kalau kami sedang berdoa???!!! Keluar, kamu!!!!!

Andy begitu terkejut,Dimana Bapa Pendeta Agaton..?? Seharusnya dia membantuku menyeberangi jalan raya. dia selalu menyuruhku untuk mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, karena hari ini hari ulang tahunNya, akupun punya hadiah untukNya..

Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.

Keluar kamu, bocah!..kamu akan mendapatkannya!!!

Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyebrangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja. Lalu dia menyeberang, tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar.dan Andypun tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tidak bernyawa lagi.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut, namun dengan penuh airmata datang dan memeluk bocah malang tersebut. Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya,Maaf tuan..apakah anda keluarga dari bocah yang malang ini? Apakah anda mengenalnya?

Tetapi pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam berkata,Dia adalah sahabatku. Hanya itulah yang dikatakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam saku baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut, kemudian keduanya menghilang. Orang-orang yang ada disekitar tersebut semakin penasaran dan takjub..

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sangat mengejutkan.

Diapun berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dengan kedua orang tua Andy.

Bagaimana anda mengetahui putra anda telah meninggal?

Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari. Ucap ibu Andy terisak.

Apa katanya?

Ayah Andy berkata,Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy, sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan dikeningnya, kemudian Dia membisikkan sesuatu.

Apa yang dikatakan?

Dia berkata kepada putraku.. Ujar sang Ayah. Terima kasih buat kadonya. Aku akan berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku. Dan sang ayah melanjutkan, Anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis tapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu.aku menangis karena bahagia..aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika dia meninggalkan kami, ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita dalam hatiku. aku tahu, putraku sudah berada di Surga sekarang.
Tapi tolong Bapa Pendeta .. Siapakah pria ini yang selalu bicara dengan putraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu di sana setiap hari, kecuali pada saat putraku meninggal.

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik,Dia tidak berbicara kepada siapa-siapa kecuali dengan Tuhan.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

0

Aku berdoa supaya aku tidak menangis waktu aku kalah.

Yap X Liong
Aku berdoa supaya aku tidak menangis waktu aku kalah.

May 22, 2009 by pendeta38

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap
mobil mainan yang dimiliki.. Semuanya buatan sendiri,sebab memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya
sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan.
Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 pembalap kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.

Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, Ya, aku siap!. Dor!!! Tanda telah dimulai.
Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat Semua mobil tu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.

Ayo..ayo cepat..cepat, maju..maju, begitu teriak mereka.
Ahhasang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai.
Dan
Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. Terima kasih.

Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.
Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?
Mark terdiam. Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan kata Mark.
Ia lalu melanjutkan, Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.

Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua.
Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian.
Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya.
Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.

Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.

Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat.
Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah.

Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian.
Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu ujian tersebut.

Amin.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

0

Kehidupan Sang Elang

Yap X Liong
Kehidupan Sang Elang

March 18, 2009 by pendeta38

Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia.
Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu
seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya
yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi
panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi
sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat
menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua
pilihan: Menunggu kematian, atau
Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan suatu
proses transformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas
puncak gunung untuk kemu dian membuat sarang ditepi jurang , berhenti dan
tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh
tersebut terlepas dari mulutnya, kemu dian berdiam beberapa lama menunggu
tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut
satu persatu cakar-cakarnya
dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya
satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan
kemu dian , bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang
kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30
tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan
yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus
berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun
kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.

Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai
terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila
kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal
yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan
kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan
penuh keyakinan.

Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah
sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan
melayukan semangat kita.

Anda adalah elang-elang itu.

Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah!
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

0

ISTERI yang LAMBAT

Yap X Liong
ISTERI yang LAMBAT

May 1, 2009 by pendeta38

(Rencana Tuhan itu INDAH)

Dalam sebuah keluarga hiduplah sepasang Suami-Istri, Pak Pendeta dan Ibu pendeta dan anak-anak tercinta disuatu desa terpencil. Sekian lamanya mereka kelihatan hidup tentram dan bahagia sehingga tak terasa sudah sekian tahun mereka mengarungi bahtera rumah tangga, sifat dan karakter si suami sudah tak asing lagi buat si istri. Begitu pula halnya sang suami, sifat dan karakter istrinya sudah melekat erat dalam dirinya. Si suami merasa bersyukur sekali memiliki istri seorang pendeta dan si istri juga sangat bersyukur sekali punya suami seorang pendeta pula.

Suatu hari mereka diundang dari gereja Resort untuk mengikuti dan bertanding KOOR di Konser terbesar gereja-gereja di Bandung , yang dikuti oleh para pendete-pendeta seluruh gereja. dan disediakan jemputan bagi daerah-daerah yang jauh (terpencil) dengan Bus besar, dengan syarat, untuk daerah B harus menunggu jam sekian, disimpang B, dengan catatan siapa yang terlambat akan ditinggal, karena Bus akan melaju dengan cepat dan kebetulan untuk daerah pak Pendeta harus menunggu tepat jam 4 sore disimpang A karena acara akan dimulai jam 7 malam.

Demikianlah mereka saling mempersiapkan diri dari pagi, mulai dari baju, sepatu, tas, dasi, dan perlengkapan lainnya, sempat terbersit dalam pikiran si suami bahwa istrinya seorang yang lelet (lambat) apalagi soal berdandan bisa sampe berjam-jam lamanya. Dan suaminya berkata kepada istrinya, Ma, ingat kita harus berangkat jam setengah 4, karena busnya akan datang jam 4, mama harus persiapkan semuanya, kalau perlu kesalon, mbok ya sekarang aja, biar ndak telat, tapi sang istri dengan manis dan bangganya berkata, Ndak perlu kesalon, wong dari dulu mama dandanan sendiri , kok papa ndak tau sih???

Sambil senyum-senyum sang suami menjawab, Bukan begitu mam, maksudnya supaya kamu keliatan lebih cantik dikit, beda dari yang sebelum-sebelumnya, inikan acara besar, apalagi nanti kita para pendeta duduknya paling depan jadi ndak malu-maluin, gitu lho

Mana tau pula kita menang!,jawab siistri dengan ketus, Jadi maksud kamu, selama ini gue ndak cantik!, jadi selama ini kamu bohong, dolo sebelum nikah bilangnya aku tercantik, seksi, jadi kamu nyesel kawin sama aku!

Sisuami kembali menjawab, Udah deh ma, aku ndak mau berantem, inget ma kita khan pendeta udah lahir baru lagi.chikchikchik..

Singkat cerita tibalah waktunya mereka harus berangkat, jam sudah menunjukkan pukul setengah 4 sore, pak Pendeta sudah bersiap-siap dan kelihatan gagah dengan jasnya, tapi alangkah terkejutnya dia ketika masuk kamar, istrinya baru berpakaian, belum lagi dandan, nyisir rambut dan sebagainya,

Suaminya berkata: dengan sedikit marah, dia berkata, Mama cepetan kita hampir terlambat!

Istrinya menjawab: Sebentar pa, 5 menit lagi pasti kelar, gw khan perlu sanggulan lagi.

Suaminya berkata lagi: apa? sanggulan lagi? ndak perlu pake sanggul-sanggulan lah

Istrinya menjawab: Tapi biar keliatan cantik dan beda dong??? Lagian telat-telat dikit ndak apalah paling juga busnya jam karetan, jam Indonesia khan molor-molor setengah jam.

Dengan kesal suaminya menjawab, sambil keluar kamar dan berteriak, Memang kamu dari dulu lelet, lambat, ndak pernah berubah, dari dulu ampe sekarang!

Siistri menjawab dengan berteriak pula, Baguslah, Tuhan Yesus aja ndak pernah berubah, dari dulu sekarang dan selamanya tau!

Demikianlah mereka keluar rumah jam setengah lima sore, diperjalanan sisuami terus mengomel dengan istrinya..

kita pasti dah terlambat, dasar lelet..leletlambatlambat..akhirnya mereka sampai disimpang5 menit.10menit mereka menunggu, tetapi Bus tetap ndak nonggol-nongol

Sisuami sambil kesal dan marah berkataPasti busnya sudah berangkat, ini semua gara-gara kamu..makanya jadi orang jangan lambat tau!

Dengan tak ragu lagi pak Pendeta pergi ke Wartel terdekat untuk menelpon kekantor pusat pelayanan bus yang tertera di denah undangan konser itu.

Ternyata Bus yang akan menjemput mereka sudah berangkat setengah jam yang lalu, dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju kota Bandung .

Putuslah harapan pak Pendeta, begitu marahnya dia sehingga dia hanya diam saja seolah enggan untuk berbicara kepada istrinya, Istrinya mencoba menghibur suaminya dan berkata, Pa, sabar aja, kita tetep doa mudah-mudah ada mobil atau bus yang menuju keBandung, kita pasti belum terlambat

Sambil tetap menunggu, siistri tetap berdoa, Tuhan gimana ini, kami mau memujimu berikanlah transportasi yang terbaik, kami tetap menunggu disimpang ini Tuhan, ampuni segala dosa kami.

Belum sempat siistri mengucapkan Amin, tiba-tiba suaminya berteriak, Ma, cepetan ma itu ada Bus yang hendak keBandung, katanya mereka mau ikutan tanding koor juga dikonser itu.

Secepat kilat siistri berkata dalam hati ..terima kasih Tuhan.Amin..

Lalu mereka naik ke Bus itu dan sambil berbincang-bincang, rupanya rombongan yang ada di Bus ini juga ikut bertanding dalam koor nanti dari rombongan gereja lain di dekat desa mereka. Mereka mengaku bahwa mereka juga terlambat karna harus menunggu antrian lama dipom bensin. Tiba-tiba mereka dikejutkan dalam satu berita dipembicaraan telpon supir bus didepan, lalu supir itu berkata kepada para penumpang, Bus No. 412 yang berangkat ke Bandung jam 4 tadi mengalami kecelakaan jatuh kejurang yang curam, belum diketahui berapa yang tewas dan berapa yang selamat, tapi menurut beritanya, bus dalam keadaan menganaskan.

Pak Pendeta dengan tercenggang dan berkata kepada istrinya.. Ma, itu kan bus yang akan kita tumpangi tadi..kok bisa ya????

Siistri dengan sedikit kurang percaya melihat kembali undangan itu, ternyata memang benar No. 412. dan berkata kepada suaminya: Untung pa, kita telat, kalo ndak udah tewas.

Tidak pikir panjang lagi, pak pendeta langsung merangkul istrinya dengan lembut, seakan dia tidak ingin kehilangan orang yang dicintainya seumur hidup. Dalam hatinya ia berdoa, Tuhan terima kasih, Engkau masih mengizinkan kami untuk bersama dalam hidup ini, masih sempat lagi untuk memujiMu, terima kasih telah memberikan istri yang terbaik bagiku, terima kasih telah memberikan istri yang lelet kepadaku, aku bersyukur segala sesuatunya telah Engkau atur, segala sesuatu yang terjadi untuk mendatangkan kebaikan, terima kasih telah membuka mataku, aku akan menjaga hatiku kemanapun aku pergi, aku tak akan menodainya, aku tak akan menyakitinya, aku tak akan meminta lebihlebih lebih Tuhan. terima kasih telah memberikan istri yang sepadan bagikuAmin

Pesan Pak Pendeta :

1.Kepada mereka yang belum memiliki pasangan hidup dan yang sedang mencari pasangan hidup: 1. Cari dan mintalah kepada Tuhan pasangan yang SEPADAN, bukan untuk menjadi sama sepertimu, tapi untuk saling melengkapi Walaupun kita sudah memilih yang banyak persamaan maka setelah menikah dengan segera, banyak orang menyadari bahwa mereka menemukan banyak perbedaan seperti cerita diatas.

2. Terima apa adanya pasanganmu, sikapnya, sifatnya, termperamennya, karakternya.Dengan mulai menerimanya bahkan sering terjadi perubahan kearah perbaikan.

3. Kita tidak bisa merubah pasangan dengan mencela, menuntut, mengomelinya, mengungkit-gungkit kekurangannya, Penerimaan itu perlu, bahkan salah satu kebutuhan dasar seorang manusia. Penerimaan membuat orang merasa bahagia, dan dari sikap hati bahagia justru muncul perbuatan-perbuatan yang simpatik.

4. Alkitab mengajarkan bahwa, menikah untuk menjadi satu dan bukan untuk menjadi sama, Menikah untuk saling melengkapi sehingga gambar Allah menjadi lengkap dalam dua pribadi yang disatukan.

5. Jangan jadikan kecantikan dan kegantengan seseorang jadi the FIRST ONE

tapi yang terpenting dari semua itu adalah seseorang yang engkau kasihi benar-benar mengasihi Tuhan Yesus, sehingga apapun masalah pada pasanganmu, dia tetap mencintai dan mengasihimu apa adanya.

Siapapun orangnya, dia tetap berharga di Mata Tuhan.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

0

PENJELASAN YANG MENYENANGKAN! !!

Yap X Liong
PENJELASAN YANG MENYENANGKAN! !!

Seorang pasien berpaling menghadap dokternya, selagi dokter itu bersiap untuk pergi,
Dokter, Aku takut mati. Ceritakan apa yang ada disebelah sana

Dengan lembut, dokter itu berkata, Saya tidak tahu.
Anda tidak tahu? Anda, seorang Kristen, tidak tahu apa yang ada disebelah sana ?

Dokter itu sedang memegang gagang pintu kamar disebelah sana terdengar suara garukan dan keluhan, begitu pintu itu dibukanya, seekor anjing menerobos masuk dan lompat kearahnya dengan antusias dan senang sekali.

Menoleh kearah sang pasien, dokter berkata, Anda lihat anjing saya? ia belum pernah masuk ruangan ini sebelumnya ia tidak tahu ada apa didalamnya. Ia tidak tahu apa-apa, kecuali bahwa tuannya ada didalam, dan ketika pintu dibuka, ia langsung masuk tanpa takut. Saya hanya tau sedikit tentang ada apa di sebelah kematian tapi saya tahu benar tentang satu hal saya tahu Tuhan saya ada disana dan itu cukup.

Shallom,

Pendeta- Nudger
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
0

Kisah POHON APEL

Yap X Liong Kamis, 24 Juni 2010
Kisah POHON APEL

December 24, 2008 by pendeta38

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga
ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon
apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap
harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. Ayo ke sini bermain-main lagi denganku, pinta pohon apel itu. Aku bukan anak kecil
yang bermain-main dengan pohon lagi. jawab anak lelaki itu. Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya. Pohon apel itu
menyahut, Duh, maaf aku pun tak punya uang tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan
kegemaranmu. Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak
lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih. Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. Ayo bermain-main
denganku lagi. kata pohon apel. Aku tak punya waktu, jawab anak lelaki itu. Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat
tinggal. Maukah kau menolongku? Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu. kata pohon
apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak
lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih. Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang
lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. Ayo bermain-main lagi deganku. kata pohon apel. Aku sedih, kata anak lelaki itu. Aku sudah
tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar? Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi
kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah . Kemudian, anak lelaki
itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Akhirnya,
anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. Maaf anakku, kata pohon apel itu. Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu. Tak
apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu. Jawab anak lelaki itu. Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.
Kata pohon apel. Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu. jawab anak lelaki itu. Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.
Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini. Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang.
kata anak lelaki. Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu. Oooh, bagus sekali. Tahukah
kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan
tenang. Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya. Ini adalah cerita
tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar,
kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana
untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada
pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita. Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan, yang terpenting: cintailah
orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya
pada kita.

Shallom,

Pendeta Nudger
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

0

SUKSES = 75% PERAN IBU ( Istimewakan Semua Anak Kita )

Yap X Liong
SUKSES = 75% PERAN IBU ( Istimewakan Semua Anak Kita )

December 10, 2009 by pendeta38

Di suatu pagi yang cerah dengan udara yang sejuk di sebuah pedesaan, seorang
ibu sedang bercengkerama dengan ketujuh anakya, kegembiraan dan kebahagiaan
serta kebersamaan terbangun dalam keluarga itu, selang beberapa saat
kemudian sang anak pertama melontarkan kalimat-kalimat bijak kepada ibunya,

Ibu, aku memang tidak terlalu pintar dibanding teman-temanku disekolah,
tapi tolong jangan sampai engkau keluarkan kalimat BODOH untukku

Ibu, aku memang tidak terlalu cantik / tampan dibanding anak dari
teman-taman ibu, tapi tolong jangan sampai engkau keluarkan kalimat JELEK
untukku

Ibu , aku memang tidak penurut seperti anak-anak yang lain, tapi tolong
jangan sampai engkau keluarkan kalimat NAKAL untukku

Ibu, aku memang sering khilaf melanggar aturan Agama karena
ketidakberdayaanku, tapi tolong jangan sampai engkau keluarkan kalimat
DURHAKA untukku

Ibu, sampai hari aku belum mampu membalas segala jasamu dan belum mampu
membahagiakan sebagaimana keinginanmu, tapi tolong jangan sampai keluarkan
kalimat GAK TAHU DIRI untukku

Ibu, kalau sampai hari ini aku masih sering lupa mendoakanmu karena
kesibukanku, tolong jangan hentikan air mata doamu untukku dan jangan pula
sepatah kata laknatpun keluar dari bibirmu, Ibu itupun kemudian meneteskan
air matanya, apa arti air mata ibu ini ?

Alkisah Beberapa tahun kemudian., seorang pemuda terpelajar dari Surabaya
sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu
yang sudah setengah baya. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut
dalam obrolan ringan. Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ? tanya si
pemuda. Ohsaya mau ke Jakarta terus connecting flight ke Singapore untuk
menengok anak saya yang ke dua, jawab ibu itu. Wouw hebat sekali putra
ibu, pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda
itu melanjutkan pertanyaannya. Kalau saya tidak salah, anak yang di
Singapore tadi , putra yang kedua ya bu? Bagaimana dengan kakak dan
adik-adik nya? Oh ya tentu, si Ibu bercerita : Anak saya yang ketiga
seorang dokter di Malang, yang keempat berkerja di perkebunan di Lampung,
yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang
bank di Purwokerto, dan yang ke tujuh menjadi Dosen di sebuah perguruan
tinggi terkemuka di Semarang.
Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat
baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. Terus bagaimana dengan anak pertama
ibu ? Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, Anak saya yang
pertama menjadi petani di Godean Jogja nak. Dia menggarap sawahnya sendiri
yang tidak terlalu lebar. kata sang Ibu.
Pemuda itu segera menyahut, Maaf ya Bu mungkin ibu agak kecewa ya dengan
anak ibu yang pertama, karena adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses
di pekerjaannya, sedang dia menjadi seorang petani?

Apa jawab sang ibu..???
Apakah anda ingin tahu jawabannya..???
Dengan tersenyum ibu itu menjawab :
Ooo tidak, tidak begitu nak.Justru saya SANGAT SANGAT BANGGA dengan anak
pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari
hasil dia bertani Pemuda itu terbengong.

Sahabat, sejenak kita bertanya pada diri kita sendiri, bagaimana kondisi
adik-adik kita hari ini ? bagaimana pula kakak-kakak kita ? lalu bagaimana
pula dengan ibu dan Ayah kita., apa yang telah kita berikan untuk
mereka, adakah setetes air mata doa untuk keselamatan dunia dan akhiratnya?
Hari ini ? kemarin ? atau esok ?

Sahabat, Semua orang di dunia ini penting. Buka mata kita, pikiran kita,
hati kita. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita
membaca semua peristiwa itu sampai selesai. Orang bijak berbicara HAL YANG
PALING PENTING DI DUNIA INI BUKAN BERTANYA TERUS SIAPA KITA ? tetapi APA
KARYA YANG SUDAH KITA CIPTA DAN APA YANG TELAH KITA LAKUKAN UNTUK
SAUDARA-SAUDARA KITA DAN ORANG LAIN ?

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

0

SIRKUS

Yap X Liong
SIRKUS
Oleh : Dan Clark

Pada suatu saat ketika saya masih berumur belasan tahun, ayah dan saya berdiri di antrian untuk membeli tiket pertunjukan sirkus. Akhirnya, hanya tinggal sebuah keluarga diantara kami dan counter tiket.

Keluarga tersebut memberikan kesan yang sangat mendalam dalam diri saya. Keluarga itu mempunyai delapan anak, boleh jadi semuanya masih berumur dibawah 12 tahun. Anda bisa mengatakan kalau mereka tidak mempunyai banyak uang. Pakaian mereka tidak mahal, tetapi bersih. Anak-anaknya mempunyai sikap yang sangat baik, semuanya berdiri antri dengan tertib, dua-dua dibelakang orang tua mereka, sambil bergandengan tangan. Mereka semua sangat antusias berbicara tentang badut-badut sirkus, gajah, dan hal-hal lain yang akan mereka lihat malam ini. Orang pasti merasa kalau mereka semua belum pernah melihat sirkus sebelumnya. Nampaknya malam itu akan menjadi momen yang sangat penting dalam kehidupan masa remaja mereka.

Sang ayah dan ibu berada di depan, berdiri dengan bangga. Sang ibu memegang tangan suaminya, menatapnya seolah mengatakan, Kau adalah ksatriaku dalam pakaian baja yang bersinar. Sang suami tersenyum dengan penuh kebanggaan, menatapnya seolah-olah menjawab, Memang benar.

Penjual tiket menanyakan kepada sang ayah berapa tiket yang dia inginkan. Dengan bangga dia menjawab, Saya membeli delapan tiket anak-anak dan dua tiket dewasa agar bisa membawa seluruh keluarga saya untuk menonton sirkus.

Penjual tiket itu lalu mengatakan harga tiket yang harus dibayar.

Istri leleki itu melepaskan tangan suaminya, kepalanya terkulai, bibir lelaki itu nampak mulai gemetar. Sang ayah lalu mendekat sambil memiringkan tubuhnya dan berkata, Berapa ?

Kembali penjual tiket mengatakan harganya.

Uang lelaki itu tidak cukup untuk membayarnya.

Apa yang akan terjadi seandainya dia berbalik dan mengatakan kepada kedelapan anaknya bahwa dia tidak mempunyai cukup uang untuk membawa mereka melihat sirkus ?

Mengetahui apa yang terjadi, ayah saya memasukkan tangan ke saku celananya, mengambil uang 20 dollar dan menjatuhkannya ke lantai. (Kami sama sekali tidak kaya !) Ayah saya membungkuk, mengambil uang tersebut, dan menepuk bahu lelaki itu dan mengatakan, Maaf, Pak, uang ini jatuh dari saku Anda.

Lelaki itu mengetahui maksud ayah saya. Jelas dia tidak ingin minta bantuan tetapi yang pasti dia sangat menghargai bantuan tersebut dalam situasi yang putus asa, menyedihkan, dan juga memalukan. Dia menatap mata ayah saya secara langsung, menyambut tangan ayah saya ke dalam kedua tangannya, mengenggam erat uang 20 dollar tersebut, dan dengan bibir gemetar dan air mata membasahi pipinya, dia menjawab, Terima kasih, terima kasih, Pak. Uang ini sangat berarti bagi saya dan keluarga saya.

Ayah saya dan saya kembali masuk ke dalam mobil dan langsung pulang. Kami tidak jadi nonton sirkus malam itu, tetapi kami merasa bahagia.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

 
Copyright 2010 catatan si b4r12y
Flash Blue Blogger template by b4r12y